Minggu, 18 Desember 2022

Sambutlah Dia Yang Dijanjikan Allah

Roma 1:1-7 “Sambutlah Dia Yang Dijanjikan Allah”

 

Jemaat Yang dikasihi Tuhan,

Jemaat Roma adalah Jemaat Yang unik, tidak diketahui siapa yang mendirikannya, dan Jemaat yang terkenal oleh karena imannya keseluruh Dunia (Ay 8 (Ay 8b ”sebab telah tersiar kabar tentang imanmu di seluruh dunia”). Paulus sangat bersemangat ketika mengetahui sudah saatnya pergi melayani jemaat Roma. dan betapa ia memiliki kerinduan untuk mengunjungi mereka (ay 9).

Surat ini ditulis ketika Paulus masih berada di Korintus, sebelum melakukan perjalanan membawa bantuan kepada orang-orang miskin di Yerusalem. Rencana Paulus, Setelah dari Yerusalem, Dia bermaksud pergi ke Roma dan kemudian berlanjut ke Spanyol, tetapi rencana untuk melayani Jemaat Roma, namun itu tidak pernah terjadi. Sebab ia ditangkap dan ditahan di Yerusalem dan diextradisi ke Roma untuk diadili. Paulus sampai  di Roma bukan sebagai Penginjil, tapi sebagai seorang tahanan yang akan dihukum menurut hukum Romawi, sebab Paulus adalah Warga Negara Roma.

Minggu, 13 November 2022

Hari Tuhan Akan Tiba / Na Ro Na Ma Ari ni Tuhani

Maleakhi 3: 19 – 24/Maleakhi 4:1-6 

Hari Tuhan Akan Tiba / Na Ro Na Ma Ari ni Tuhani

Huria ni Tuhanta dibagasan goar ni Jesus Kristus,

Hombar tu tema minggunta, Ima Na ro nama ari ni Tuhani, ragam pangantusion molo ditaringoti/dihata i Ari ni Tuhan i. Adong na mandok Ari Panguhuman, Akhir Zaman, Zaman akhir, Marujung Ngolu,. Tung dia pe ndang sala i,  Jala molo tapamanat, ganup minggu do hita hatindanghon di hata haporseaon ta i, na ro do Jesus paduahalihon laho manguhumi halak / jolma namangolu dohot na mate.

Huria ni Tuhanta dibagasan goar ni Jesus Kristus,

Ringkot do hita mamboto, mangantusi ala ni aha do pola dipasahat Debata hataNa Marhite Naposana Panurirang Maleakhi, tu Bangso Juda/Israel, ima na naeng pamasonna Ari Panguhuman i. Aha do na gabe sibonsiri na. Ia Panurirang Maleakhi rap manurirangi dohot Panurirang Nehemia (Bupati di Juda) dohot Ezra ndung Mulak tu Jerusalem sian habuangan Babel.

Senin, 07 November 2022

Allah yang Adil dan Penuh Kasih / Debata NA Bonar Jala Pardenggan Basa

 Psalmen / Mazmur 145 : 17-21

Allah yang Adil dan Penuh Kasih / Debata NA Bonar Jala Pardenggan Basa

 

Pendahuluan

Kita pasti pernah memuji seseorang, tentunya pujian yang kita sampaikan itu didasari oleh hal-hal baik yang kita alami atau kita terima dari orang tersebut. Misalnya seorang suami maupun istri akan saling memuji satu sama lain oleh karena sama-sama merasakan kebaikan, cinta kasih dari masing-masing pihak.  Tentunya ada alasan kuat mengapa kita mampu memuji, 1) bahwa kita mengenal dengan baik secara pribadi, 2) memiliki kedekatan dan akrab, na solhot / na rosu / intim, 3) sudah merasakan kebaikan. Dan tentunya pujian yang disampaikan adalah sebagai sebuah bentuk kecintaan , penghargaan, rasa hormat.

Ini yang dimaksud dengan pujian sejati. Mengapa disebut demikian? Karena ungkapan pujian yang sejati disampaikan dari dalam hati, penuh ketulusan.

Minggu, 23 Oktober 2022

Ikut Menderita Sebagai Prajurit Kristus

2 Timotius 2:1-13

Ikut Menderita Sebagai Prajurit Kristus

 

Jemaat Yang dikasihi Tuhan,

Setiap manusia / orang sangat mendambakan hidupnya jauh dari penderitaan, dan selalu berusaha mengejar kebahagiaan.  Padahal dalam realiatas hidup manusia selalu dihadapkan pada berbagai kesulitan, tantangan bahkan ancaman. Yang membuat berbeda hanyalah besar/kecilnya sebuah persoalan/pergumulan dan cara / perspektif manusia itu sendiri menghadapi setiap masalah.

Apapun itu baik dalam keadaan menderita ataupun sukacita manusia memerlukan dorongan, topangan, motivasi untuk mampu bertahan dan terus maju.  Seorang pengusaha akan berusaha memotivasi para karyawannya untuk terus bekerja dengan giat agar apa yang menjadi target tercapai.  Orang tua dan guru terus mendorong anak-anaknya untuk belajar sungguh sungguh, meskipun dalam menuntut ilmu ada banyak kesulitan.  Membangun semangat / memotivasi bertujuan agar apa yang menjadi cita-cita dan harapan dapat tercapai.

Ini jugalah yang dilakukan oleh rasul Paulus, kepada Timotius didalam usaha pemberitaan injil di kota Efesus. Dengan penuh semangat Paulus memberi dorongan / motivasi  yang luar biasa kepada Timotius, serta ajakan untuk tetap setia mengikut Tuhan dalam usaha pekabaran injil meskipun berbagai macam hambatan, kesulitan, tantangan menghadang.

Kamis, 15 September 2022

Allah Menghendaki Pertobatan Kita

Mazmur / Psalmen 51:1-10

Allah Menghendaki Pertobatan Kita

 

Jemaat Terkasih,

“Dosa yang tidak diputuskan, akan melahirkan dosa yang baru”. Mengapa?, Sebab dosa membuat kita semakin terlena. Lalu apa yang ingin kita lihat dari nas hari ini, dan kaitannya dengan dosa,  bagaimana sikap kita terhadap dosa itu sendiri, serta mengapa kita perlu mengaku dosa.  Sungguh sangat jelas di ayat 1 & 2 “ penulis mazmur ini menyinggung “ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba”.

Dan kita tentu paham bahwa yang dimaksud adalah teguran Tuhan melalui Nabi Natan kepada Raja Daud oleh sebab Pelanggaran dan dosanya setelah apa yang dilakukan Oleh Daud Kepada Batsyeba.

Dan kisah Daud dan Batsyeba bermula ketika Daud berjalan di Sotoh/Balkon Istana dan melihat Batsyeba. Daud tidak dapat menguasai mata / penglihatan dan tergoda oleh kecantikan Batsyeba, muncul keinginan dalam hatinya untuk memilikinya, padahal Ia tahu bahw Batsyeba sudah bersuami, yaitu Uria, panglima perangnya sendiri. Perselingkuhan terjadi, dan Daud berusaha menutupi aibnya, namun gagal sehingga Daud merancangkan sebuah pembunuhan dengan cara membuat Uria berada di Barisan Terdepan didalam peperangan melawan orang Amon. Dan Uria pun terbunuh.

Rabu, 03 Agustus 2022

Habisuhon Na Sian Banua Ginjang

Parjamita 2: 18-23

Habisuhon  Na Sian Banua Ginjang

Molo Tapamanat di Bukku Parjamitaaon, Adong 2 hata na menarik di bukkuon, na sering diluang-ulang,  ima 1)  ngolu na marisuang (siasia) 2) Songon alogo sambing, jala didok Parjamita, ia ngolu ni jolma i mansai otik do ariarina (hidup singkat) jala sai hira. Parjamita 1:2 “Tung na laho salpu do luhutna, alogo sambing do tutu luhutna i! Parj. 1:14 “Nunga huida saluhut jadijadian angka na masa di hasiangan on, gabe ida ma, saluhutna i na laho salpu do, jala pangeahion di alogo sambing do i

Apakah pengkhotbah ingin supaya kita pesimis menjalani hidup ini? Apakah akan menjadi sia-sia semua perjuangan kita di dunia ini?

Pengkhotbah mengatakan adalah suatu kemalangan yang besar jika kita dengan jerih payah bahkan kita memperjuangkan hidup dengan kesedihan dan bersusah hati, namun pada akhirnya apa yang kita perjuangkan itu akan kita tinggalkan.

Yang menikmati hasil jerih payah kita adalah ‘orang lain’, artinya kita yang menabur tetapi orang lain yang akan menuai. Syukur jika yang menuai kerja keras kita adalah orang yang berhikmat, namun bagaimana jika orang bodoh, maka sia-sialah kerja keras kita.

Minggu, 17 Juli 2022

Yesus mencari Dan Menyelamatkan Yang Hilang

 Minggu V, Set. Trinitatis

Lukas 19:1-10

Yesus mencari Dan Menyelamatkan Yang Hilang

 

Jemaat Yang dikasihi Tuhan,

Alkitab beberapa kali menyinggung tentang pemungut cukai, bahkan Matius, salah satu murid Yesus juga dulunya seorang pemungut cukai.

Pada perikop minggu ini kita disuguhkan tentang seorang kepala pemungut cukai, Yaitu Zakesus. Zakeus sendiri memiliki arti “ Yang murni dan saleh”. Lukas menggambarkan bahwa Zakeus memiliki postur tubuh yang pendek. Dari  status sosial ia dianggap sebagai bagian dari pemerintahan, sebab ia bekerja untuk Kaisar, sebagai juru tagih / cukai atau pajak, dan tentunya ia juga harus seorang yang cakap dan pintar agar dapat melakukan pekerjaaan sebagai petugas cukai. dan tidak salah Lukas menyebutnya sebagai seorang yang kaya raya, oleh sebab pekerjaan itu. Kalau sekarang dapat disamakan dengan seorang yang bekerja dikemnetrian keuangan, Kantor Pajak, Bea dan Cukai ataupun DISPENDA.

Namun demikian pekerjaan sebagai pemungut cukai adalah jabatan yang sangat dibenci oleh rakyat dan pemimpin Yahudi saat itu, karena 2 alasan: 1)Pemungut cukai dianggap sebagai pengkhianat bangsa Yahudi karena bekerja sama dengan penjajah dan dianggap sebagai kaki tangan Kekaisaran Romawi. 2)Pemungut cukai biasanya adalah seorang penipu dan berlaku curang karena menarik pajak lebih dari yang seharusnya.

Kamis, 26 Mei 2022

Menghidupi dan bertekun dalam doa / Manghangoluhon dohot Manghaburjuhon Na Martangiang

 Rabu, 26 Mei 2022

Yer 33:1-9 

“Menghidupi dan bertekun dalam doa” /

Manghangoluhon dohot Manghaburjuhon Na Martangiang”

 

Jemaat  yang dikasihi Tuhan,

Apakah yang akan kita rasakan, apabila kita menyampaikan sebuah kebenaran/nasehat kepada yang kita kasihi yang sebenarnya bertujuan untuk menolongnya, atau memperbaiki tingkah lakunya  mungkin saja  menyelamatkannya dari sebuah bencana, namun kita malah dituduh sebagai pengganggu, dianggap sebagai perusak, dijauhi, dihina bahkan diasingkan dari pergaulan. Tentu perasaan sedih, kecewa akan muncul bahkan penyesalan apalagi apa yang kita sampaikan itu menjadi kenyataan. Contoh sederhana Misalnya kita menasehati  anak agar tidak bermain hujan, supaya jangan flu, namun tidak didengar bahkan semakin lama bermain hujan, dan tak lama kemudian ia kedinginan dan kena flu, tentu kita menjadi kecewa, kesal sebab si anak tidak mendengar nasehat.

Minggu, 03 April 2022

Berlari menuju Panggilan Sorgawi

 Minggu Judika 03 April 2022

Filipi 3 : 4b-14

Berlari menuju Panggilan Sorgawi

 Jemaat Yang Dikasihi Tuhan,

Salah satu yang menjadi kebanggaan manusia adalah apabila dirinya mendapat pengakuan atas kehebatan atau prestasi yang dimiliki, dengan kata lain dianggap memiliki kelebihan dari pada yang lain. Sehingga sering terjadi kehebatan ataupun prestasi itu yang dimiliki bukan memperbaiki tetapi justru membuat orang menjadi jatuh kedalam kesombongan /kecongkakan/ tinggi hati. Tidak ada larangan untuk menjadi bangga jika memiliki kelebihan ataupun kehebatan, namun kelebihan ataupun kehebatan itu bukan untuk ditonjolkan ataupun dipertontonkan. Satu hal yang harus kita ingat bahwa kehebatan bukanlah sebuah kebenaran.

Itulah yang ingin kita pelajari dari diri seorang Rasul Paulus. Paulus bukanlah orang sembarangan dan banyak hal yang dapat dibanggakan dari dirinya jika melihat ukuran dunia. Paulus adalah seorang Yahudi tulen, keturunan Benyamin, dididik dan dibesarkan didalam tradisi dan keagamaan Yahudi yang sangat Kuat. Ia sangat taat memegang teguh adat istiadat Yahudi dan Taurat. Ia Juga sangat pintar, sehingga boleh dikatakan bahwa Seorang Paulus adalah seorang yang memiliki kemampuan Intelekutal yang luar biasa. Paulus masuk kedalam golongan terpelajar dan terpandang dalam lingkungan Farisi.

Sabtu, 08 Januari 2022

YESUS ADALAH ANAK ALLAH

 Minggu 1 Set. Ephipanias

Lukas 3:15-17,21-22 

YESUS ADALAH ANAK ALLAH

 

Jemaat Yang Dikasihi Oleh Tuhan,

Jika kita menelisik seperti apakah situasi kehidupan Umat Yahudi pada masa Zaman Yohanes Pembaptis?, tentu kita dapat mempelajarinya dari mulai ayat 1-2. Lukas dengan sangat rinci menerangkan Kaisar yang berkuasa dan imam besar pada zaman itu. 3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, 3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar.  Ini adalah gambaran bahwa Bangsa Israel sedang dijajah, kemerdekaan mereka dirampas, ditindas, ada jurang perbedaan yang besar antara rakyat biasa dan para elit baik secara politik maupun keagamaan.

Kehidupan Bangsa Israel yang berada dibawah tekanan dan penjajahan itu tentu membuat mereka kehilangan harapan. Itulah sebabnya ketika mereka Mendengar apa yang diajarkan dan keberanian Yohanes Pembaptis, timbullah harapan baru dalam diri mereka sehingga mereka mengira kalau Yohanes Pembaptis itu adalah Mesias yang akan melepaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami.

Minggu, 03 Oktober 2021

Keselamatan Dari Tuhan

 Minggu, 03 Okt 2021 – Ibrani 2:1-4

Keselamatan Dari Tuhan

 

Jemaat Yang dikasihi oleh Tuhan,

Tentunya kita pernah membeli sesuatu, jika kita membeli makanan kita akan memperhatikan tanggal kadaluarsanya, jika berupa barang kita akan menanyakan garansi ataupun layanan purna jualnya. Jadi perlu ada ketelitian sebelum kita membeli sesuatu. Ada sebuah ilustrasi betapa kita perlu teliti dan tidak mudah tergiur oleh berbagai tawaran yang kelihatannya menarik. – Ada seorang pemuda yang membeli sebuah speaker, dan dipasangi sebuah stiker “Dijamin tidak rusak”, namun keesokan harinya ia kembali ketoko itu, dan marah kepada sang penjual, namun penjaga toko punya alas an bahwa barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan dan Ia berkata “Rusak tidak dijamin”

 

Minggu, 18 Juli 2021

KESATUAN DAN KEDAMAIAN DALAM TUHAN

Minggu,  18 Juli 2021

Efesus 2: 11-22

KESATUAN DAN KEDAMAIAN DALAM TUHAN

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Adalah Realita kehidupan, bahwa ada berbagai-bagai macam perbedaan. Berbeda budaya, suku/Etnis, Agama, Bahasa, adat istiadat, ekonomi, pendikan dan lain-lain.

Dan menjadi sebuah anugerah, apabila berbagai kaum yang berbeda memutuskan menjadi sebuah bangsa. Tentunya mereka telah mengikatkan dirinya kedalam sebuah ikatan ideolgi yang kuat dan meleburkan segala perbedaan itu dan memunculkan identitas baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan Sungguh luar biasa para pendiri bangsa kita yang menjadikan “Bhineka Tunggal Ika” menjadi semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita dipersatukan dalam bingkai NKRI meskipun berbeda dalam suku bangsa dan budaya serta berbagai keragaman kepercayaan.

Dan Apakah yang akan terjadi jika dalam sebuah bangsa selalu mempersoalkan perbedaan, status mayoritas dan minoritas?, tentu akan membuat bangsa itu menjadi pecah dan tercerai berai.

Umat Kristen di Kota Efesus sedang mengalami pergolakan dan  mengarah kepada perpecahan oleh sebab terjadinya pengelompokan-pengelompokan atau menggolongkan pengikut Kristus sebagai Golongan Yahudi dan Golongan Non Yahudi, Golongan Bersunat dengan Golongan Tidak Bersunat. 

Minggu, 15 Maret 2020

Tuhan Mendengar UmatNya

 

Mazmur 25:15-22

Dalam membina sebuah hubungan/relasi dengan orang lain, baik oleh karnea persahabatan, pekerjaan dan lain sebagainya tidak selalu berakhir dengan kebaikan, Ada kalanyanya munculn kekecewaan Bisa karena ditipu,  dihianati ataupun dimanfaatkan, terlebih lagi bila kita sudah sangat percaya kepada orang lain. Daud didalam doanya yang menjadi perenungan didalam Ibadah partangiangan kita ini, juga mengalami kekecewaan oleh perlakuan yang ia terima dari lingkungannya. Itu sebabnya Daud memohon pertolongan Tuhan untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapinya. Dan didalam doanya ia juga menemukan sukacita oleh karena Tuhan setia mendengar, menolongnya ddalam kesulitan yang dihadapinya.

 

Sabtu, 22 Februari 2020

TUHAN PERLINDUNGAN KU

MINGGU ESTOMIHI

“JADILAH BAGIKU GUNUNG BATU TEMPAT PERLINDUNGAN”

MAZMUR 31:1-9 

TEMA : TUHAN PERLINDUNGAN KU

 I. PENDAHULUAN

Sah-sah saja jika seorang Raja itu digambarkan hidupnya sangat menyenangkan. Semua kebutuhannya sudah ada yang memperhatikan, hanya tinggal perintah, ada prajurit yang akan menjaga. Tetapi apakah demikian?, Mari kita lihat Daud sebagai Raja Israel. Sama seperti kita, meskipun Ia seorang raja, namun Ia juga menghadapi berbagai macam kesulitan. Banyak hal yang telah dilewatinya. Ia adalah seorang gembala. Sebelum menjadi Raja, Ia harus melawan Goliath, pahlawan Filistin. Ia juga harus berperang melawan bangsa lain. Bukan itu saja, oleh karena kecemburuan Raja Saul, Daud pun ingin dibunuh oleh Saul..

Bukan itu saja bahkan Setelah menjadi Raja, ia juga bergumul dengan kehidupan pribadi dan keluarganya. Ia harus kehilangan anak dan juga dipermalukan oleh anaknya sendiri yaitu Absalom. Namun satu hal yang selalu disuarakan oleh Daud, ialah Bagaimana Daud sungguh-sungguh merasakan penyertaan dan perlindungan Tuhan didalam kehidupannya. Meskipun ada banyak persoalan yang dihadapinya, yang membuat ia takut, terpuruk, depresi. Dan melalui Mazmur ini kita juga ingin belajar dan menyadari bagaimana Tuhan senantiasa hadir dalam kehidupan kita, yang telah kita baca pada Minggu Pagi ini.

Minggu, 16 Februari 2020

Pilihlah Kehidupan / Pillit ma hangoluan

                                            Pilihlah Kehidupan / Pillit ma hangoluan

Ulangan / 5 Musa 30:15-20

Ada yang mengatakan bahwa Hidup ini adalah pilihan, yang lain menganggap hidup itu adalah sekedar persoalan, makan dan minum, pekerjaan, ada yang menganggap hidup itu adalah interaksi sosial/parsaoran, yang lain menganggap hidup itu adalah tentang materi/kekayaan dan lain sebagainya. Semuanya kembali kepada pilihan masing-masing. Seperti apa hidup kita, dan bagaimana kita menjalani hidup, semua tergantung kepada diri sendiri dalam memaknai hidup itu sendiri. 

Minggu, 09 Februari 2020

HATUAON NI HALAK NA BIAR MIDA JAHOWA

HATUAON NI HALAK NA BIAR MIDA JAHOWA 
PSALMEN 112: 1-10
Huria ni Tuhanta
Saluhutna do jolma manghirim asa gabe halak na martua dibagasan ngoluna,menjadi orang yang berbahagia, atau selalu didalam kebahagiaan. Jala molo disungkun tu ganup jolma, angka aha na mambahen martua, alusna boi marragam. Ndang adong na sarupa, hombar tu panghiriman, sinta ni roha manang sangkap. Sai di hirim roha ni jolmai do, songon angka pandohan “ Jumpang naniluluan, dapot na jinalahan, manang tudia pe mangalangka sai tongtong dapotan parsaulian”, saut angka na dibagasan roha.

Sabtu, 21 Desember 2019

Terang Tuhan Terbit Atasmu

Terang Tuhan Terbit Atasmu

Yesaya 60:1-7

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Ada pepatah “Jauh panggang dari api”, yang berarti bahwa apa yang kita rasakan tidak seperti apa yang kita pikirkan/atau harapkan. Sehingga kita bisa menjadi kecewa, sebab hasil yang didapat tidak seperti rencana. Demikian halnya yang dialami oleh Bangsa Israel, setelah kembali ke Yerusalem dari pembuangan Babel. Setelah 70 tahun meninggalkan Yesrusalem, mereka melihat kenyataan bahwa Bait Suci sudah hancur menjadi puing, kebun anggur dan ladang gandum mereka sudah sudah digantikan oleh semak belukar, kehidupan ekonomi sudah sangat parah dan susah. Sehingga kekecewaan, penyesalan, putus asa yang selalu membayangi mereka. Mereka kehilangan semangat dan harapan dan meragukan Kuasa Tuhan. 

Jumat, 20 Desember 2019

Marlas ni Roha Ma Hita Marsomba Tu Debata

Natal Seksi Pria, 20 Des 2019
Marlas ni Roha Ma Hita Marsomba Tu Debata
(Matius 2:10-11)
 
Huria ni Tuhanta,
Dengganan do turpukon molo tajaha mulai sian ayat 1, asa taboto, ia turpukon manaringoti haroro ni angka parhapistaran sian purba. na ro marsomba tu Jesus.. Ise do nasida ?, Parhapistaran na sian Purba ima  (Orang-orang Majus, yaitu orang-orang bijaksana yang memiliki pengetahuan tentang ilmu falak/ilmu perbintangan, ahli astrologi),
Hatutubu ni Kristus gabe sada barita na balga, barita las ni roha ala marhite na ro Ibana tumiru rupa ni jolma gabe doshon jolma, ido  dalan pasauthon sangkap ni Debata Jahowa paluahon jolma sian gomgoman ni Dosa.
Jumolo do barita i dipaboa Debata marhite surusuruanNa tu angka parmahan na adong di Betlehem Efrata. Tontu boi ma tardok hita, angka parmahan i ima halak Israel sandiri.

Minggu, 17 November 2019

Peduli akan kebutuhan Orang lain

Minggu 22 Set. Trinitatis, 17 Nopember 2019

Peduli akan kebutuhan Orang lain

Filipi 4:10-20


Ada sebuah kata kata bijak menagatakan "Tuliskanlah kebaikanmu diatas pasir dan pahatkanlah kebaikan orang lain  diatas batu".  Ini memberi makna agar kita tidak mudah melupakan jasa,  kebaikan,pemberian dan dukunagan yang sibeeikan orang lain kepada kita, tetapi kita juga tidak perlu mengingat apa yang sudah kita perbuat, sehingga tidak dikatakan Kacang lupa kulit.  Sebagai mahluk sosial, manusia juga membutuhkan orang lain didalam hidupnya. Itu sebabnya hal yang sangat dibutuhkan oleh seseorang ketika ia berada didalam berbagai kesulitan adalah rasa perduli dari teman atau sahabatnya, agar tidak semakin dalam jatuh kedalam kesusahan. 

Selasa, 05 November 2019

Saroha mangaradoti Patik Ni Debata/Sehati Menjalankan Perintah Tuhan (1 Musa 3:6-13)

 

1 Musa 3:6-13

Saroha mangaradoti Patik Ni Debata/Sehati Menjalankan Perintah Tuhan

Patujolo

Tung mansai uli do Ende No 160 naung taendehon andorang jamitaon, ende i ima na patuhon hasadon ni na saroha dikeluarga/parsaripeon marjanji tu adopan ni Debata laho mangoloi, mangihuthon dalan ni Jahowa dinamandalani/mangalugahon parsaripeon i. Asa ndang holan i, ende on pe marisihon tangiang mangido asa sai tongtong dipasupasu saleleleng mangolu, jala na patuduhon haunduhon ni roha tu Debata, manghantidanghon holan Debata do inganan laho mangalului parbinotoan, bisuk dohot uhum.  On do nang panindangion ni Joshua “alai anggo ahu dohot donganku sajabu, ingkon Jahowa do oloannami. (Joshua 25;15c)”

Jala ido na dipangido dohot dihirim Debata sian ganup ripe/keluarga na porsea i, ala digombambarhon Debata do, harajaonNa songon sada keluarga, ima na nidokNa “Keluarga Kerajaan Allah”. Dipatudos do diriNa songon sada Ama tu Ianakhon, on ma na patudohon, solhot ni Relasi/hubungan angka na porsea tu Debata.