Minggu, 03 April 2022

Berlari menuju Panggilan Sorgawi

 Minggu Judika 03 April 2022

Filipi 3 : 4b-14

Berlari menuju Panggilan Sorgawi

 Jemaat Yang Dikasihi Tuhan,

Salah satu yang menjadi kebanggaan manusia adalah apabila dirinya mendapat pengakuan atas kehebatan atau prestasi yang dimiliki, dengan kata lain dianggap memiliki kelebihan dari pada yang lain. Sehingga sering terjadi kehebatan ataupun prestasi itu yang dimiliki bukan memperbaiki tetapi justru membuat orang menjadi jatuh kedalam kesombongan /kecongkakan/ tinggi hati. Tidak ada larangan untuk menjadi bangga jika memiliki kelebihan ataupun kehebatan, namun kelebihan ataupun kehebatan itu bukan untuk ditonjolkan ataupun dipertontonkan. Satu hal yang harus kita ingat bahwa kehebatan bukanlah sebuah kebenaran.

Itulah yang ingin kita pelajari dari diri seorang Rasul Paulus. Paulus bukanlah orang sembarangan dan banyak hal yang dapat dibanggakan dari dirinya jika melihat ukuran dunia. Paulus adalah seorang Yahudi tulen, keturunan Benyamin, dididik dan dibesarkan didalam tradisi dan keagamaan Yahudi yang sangat Kuat. Ia sangat taat memegang teguh adat istiadat Yahudi dan Taurat. Ia Juga sangat pintar, sehingga boleh dikatakan bahwa Seorang Paulus adalah seorang yang memiliki kemampuan Intelekutal yang luar biasa. Paulus masuk kedalam golongan terpelajar dan terpandang dalam lingkungan Farisi.

Sabtu, 08 Januari 2022

YESUS ADALAH ANAK ALLAH

 Minggu 1 Set. Ephipanias

Lukas 3:15-17,21-22 

YESUS ADALAH ANAK ALLAH

 

Jemaat Yang Dikasihi Oleh Tuhan,

Jika kita menelisik seperti apakah situasi kehidupan Umat Yahudi pada masa Zaman Yohanes Pembaptis?, tentu kita dapat mempelajarinya dari mulai ayat 1-2. Lukas dengan sangat rinci menerangkan Kaisar yang berkuasa dan imam besar pada zaman itu. 3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, 3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar.  Ini adalah gambaran bahwa Bangsa Israel sedang dijajah, kemerdekaan mereka dirampas, ditindas, ada jurang perbedaan yang besar antara rakyat biasa dan para elit baik secara politik maupun keagamaan.

Kehidupan Bangsa Israel yang berada dibawah tekanan dan penjajahan itu tentu membuat mereka kehilangan harapan. Itulah sebabnya ketika mereka Mendengar apa yang diajarkan dan keberanian Yohanes Pembaptis, timbullah harapan baru dalam diri mereka sehingga mereka mengira kalau Yohanes Pembaptis itu adalah Mesias yang akan melepaskan mereka dari penderitaan yang mereka alami.

Minggu, 03 Oktober 2021

Keselamatan Dari Tuhan

 Minggu, 03 Okt 2021 – Ibrani 2:1-4

Keselamatan Dari Tuhan

 

Jemaat Yang dikasihi oleh Tuhan,

Tentunya kita pernah membeli sesuatu, jika kita membeli makanan kita akan memperhatikan tanggal kadaluarsanya, jika berupa barang kita akan menanyakan garansi ataupun layanan purna jualnya. Jadi perlu ada ketelitian sebelum kita membeli sesuatu. Ada sebuah ilustrasi betapa kita perlu teliti dan tidak mudah tergiur oleh berbagai tawaran yang kelihatannya menarik. – Ada seorang pemuda yang membeli sebuah speaker, dan dipasangi sebuah stiker “Dijamin tidak rusak”, namun keesokan harinya ia kembali ketoko itu, dan marah kepada sang penjual, namun penjaga toko punya alas an bahwa barang yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan dan Ia berkata “Rusak tidak dijamin”

 

Minggu, 18 Juli 2021

KESATUAN DAN KEDAMAIAN DALAM TUHAN

Minggu,  18 Juli 2021

Efesus 2: 11-22

KESATUAN DAN KEDAMAIAN DALAM TUHAN

 

Jemaat yang dikasihi Tuhan,

Adalah Realita kehidupan, bahwa ada berbagai-bagai macam perbedaan. Berbeda budaya, suku/Etnis, Agama, Bahasa, adat istiadat, ekonomi, pendikan dan lain-lain.

Dan menjadi sebuah anugerah, apabila berbagai kaum yang berbeda memutuskan menjadi sebuah bangsa. Tentunya mereka telah mengikatkan dirinya kedalam sebuah ikatan ideolgi yang kuat dan meleburkan segala perbedaan itu dan memunculkan identitas baru sebagai sebuah bangsa yang baru. Dan Sungguh luar biasa para pendiri bangsa kita yang menjadikan “Bhineka Tunggal Ika” menjadi semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita dipersatukan dalam bingkai NKRI meskipun berbeda dalam suku bangsa dan budaya serta berbagai keragaman kepercayaan.

Dan Apakah yang akan terjadi jika dalam sebuah bangsa selalu mempersoalkan perbedaan, status mayoritas dan minoritas?, tentu akan membuat bangsa itu menjadi pecah dan tercerai berai.

Umat Kristen di Kota Efesus sedang mengalami pergolakan dan  mengarah kepada perpecahan oleh sebab terjadinya pengelompokan-pengelompokan atau menggolongkan pengikut Kristus sebagai Golongan Yahudi dan Golongan Non Yahudi, Golongan Bersunat dengan Golongan Tidak Bersunat. 

Minggu, 15 Maret 2020

Tuhan Mendengar UmatNya

 

Mazmur 25:15-22

Dalam membina sebuah hubungan/relasi dengan orang lain, baik oleh karnea persahabatan, pekerjaan dan lain sebagainya tidak selalu berakhir dengan kebaikan, Ada kalanyanya munculn kekecewaan Bisa karena ditipu,  dihianati ataupun dimanfaatkan, terlebih lagi bila kita sudah sangat percaya kepada orang lain. Daud didalam doanya yang menjadi perenungan didalam Ibadah partangiangan kita ini, juga mengalami kekecewaan oleh perlakuan yang ia terima dari lingkungannya. Itu sebabnya Daud memohon pertolongan Tuhan untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapinya. Dan didalam doanya ia juga menemukan sukacita oleh karena Tuhan setia mendengar, menolongnya ddalam kesulitan yang dihadapinya.

 

Sabtu, 22 Februari 2020

TUHAN PERLINDUNGAN KU

MINGGU ESTOMIHI

“JADILAH BAGIKU GUNUNG BATU TEMPAT PERLINDUNGAN”

MAZMUR 31:1-9 

TEMA : TUHAN PERLINDUNGAN KU

 I. PENDAHULUAN

Sah-sah saja jika seorang Raja itu digambarkan hidupnya sangat menyenangkan. Semua kebutuhannya sudah ada yang memperhatikan, hanya tinggal perintah, ada prajurit yang akan menjaga. Tetapi apakah demikian?, Mari kita lihat Daud sebagai Raja Israel. Sama seperti kita, meskipun Ia seorang raja, namun Ia juga menghadapi berbagai macam kesulitan. Banyak hal yang telah dilewatinya. Ia adalah seorang gembala. Sebelum menjadi Raja, Ia harus melawan Goliath, pahlawan Filistin. Ia juga harus berperang melawan bangsa lain. Bukan itu saja, oleh karena kecemburuan Raja Saul, Daud pun ingin dibunuh oleh Saul..

Bukan itu saja bahkan Setelah menjadi Raja, ia juga bergumul dengan kehidupan pribadi dan keluarganya. Ia harus kehilangan anak dan juga dipermalukan oleh anaknya sendiri yaitu Absalom. Namun satu hal yang selalu disuarakan oleh Daud, ialah Bagaimana Daud sungguh-sungguh merasakan penyertaan dan perlindungan Tuhan didalam kehidupannya. Meskipun ada banyak persoalan yang dihadapinya, yang membuat ia takut, terpuruk, depresi. Dan melalui Mazmur ini kita juga ingin belajar dan menyadari bagaimana Tuhan senantiasa hadir dalam kehidupan kita, yang telah kita baca pada Minggu Pagi ini.

Minggu, 16 Februari 2020

Pilihlah Kehidupan / Pillit ma hangoluan

                                            Pilihlah Kehidupan / Pillit ma hangoluan

Ulangan / 5 Musa 30:15-20

Ada yang mengatakan bahwa Hidup ini adalah pilihan, yang lain menganggap hidup itu adalah sekedar persoalan, makan dan minum, pekerjaan, ada yang menganggap hidup itu adalah interaksi sosial/parsaoran, yang lain menganggap hidup itu adalah tentang materi/kekayaan dan lain sebagainya. Semuanya kembali kepada pilihan masing-masing. Seperti apa hidup kita, dan bagaimana kita menjalani hidup, semua tergantung kepada diri sendiri dalam memaknai hidup itu sendiri. 

Minggu, 09 Februari 2020

HATUAON NI HALAK NA BIAR MIDA JAHOWA

HATUAON NI HALAK NA BIAR MIDA JAHOWA 
PSALMEN 112: 1-10
Huria ni Tuhanta
Saluhutna do jolma manghirim asa gabe halak na martua dibagasan ngoluna,menjadi orang yang berbahagia, atau selalu didalam kebahagiaan. Jala molo disungkun tu ganup jolma, angka aha na mambahen martua, alusna boi marragam. Ndang adong na sarupa, hombar tu panghiriman, sinta ni roha manang sangkap. Sai di hirim roha ni jolmai do, songon angka pandohan “ Jumpang naniluluan, dapot na jinalahan, manang tudia pe mangalangka sai tongtong dapotan parsaulian”, saut angka na dibagasan roha.