Rabu, 23 November 2016

Hidup Yang Diperbaharui

NAS                : Lukas 19:1-10


Pendahuluan
Ada sebuah ungkapan, “ Hidup itu penuh dengan tantangan, hanya orang yang berani menghadapi tantanganlah yang memiliki hidup”. Sepintas sulit diterima oleh pikiran kita, tetapi itulah yang kita hadapi seharihari. Tantangan bisa saja muncul dari dalam diri sendiri, atau dari luar diri sendiri. Tantangan dari dalam diri misalnya, rasa minder, rasa ketakutan oleh karena keadaan, sehingga menjadi takut. Tantangan dari luar misalnya, dicemooh oleh lingkungan bisa karena latar belakang dan masalalu, atau karena pekerjaan kita. Padahal kita mungkin memiliki kerinduan untuk bisa berkeumpul bercengkrama dengan sesama. Tetapi karena stigma negatif yang dibangun atas diri kita oleh karena masa lalu mungkin pernah melakukan dosa dimasa lalu membuat kita menjadi takut atau rendah diri.

Jumat, 21 Oktober 2016

Tunaikan Tugas Dan Panggilanmu Sampai Akhir

Nas : 2 Tim 3:14-4:5
================

Kurang lebih 2 bulan sebelum Ayah saya meninggal dunia di tahun 2014, ia mengumpulkan semua anak-anaknya. Ia kemudian bercerita mengenai perjalanan hidupnya yang penuh dengan berbagai kesusahan, kemelut dan pada akhirnya ia merasa bahagia ketika melihat semua anak-anakya tumbuh besar dan melihat anak anaknya berhasil, bahkan ia menikamati bagaimana menjadi seorang kakek. Walaupun ia telah ditinggal terlebih dahulu oleh ibu kami yang meninggal pada tahun 2009. Ia memberikan nasehat dan wejangan tentang bagaimana menjalani hidup sesuai dengan apa yang dia pelajari dan peroleh selama hidupnya. Sosok Ayah dimata saya adalah seorang pejuang sejati yang berjuang diatas prinsip hidup yang baik dengan tidak membuat susah orang lain, membantu orang lain dan tetap menjaga kasih persaudaraan. terlepas dari bagaimana masa lalunya.

Rasul Paulus dalam suratnya yang terakhir kepada anak rohaninya Timotius juga memberi gambaran apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang yang tua secara umur dan pengalaman yang memberi nasehat dan pengajaran yang benar kepada yang lebih muda secara usia dan pengalaman. Tujuan Rasul Paulus adalah agar Timotius menjadi lebih kuat, lebih bersemangat dalam memberitakan Injil sesuai dengan ajaran yang benar dan menyelesaikan tugas dan panggilan pelayanan sampai akhir. Meskipun ia juga akan berhadapan dengan berbagai macam kesulitan dan hambatan didalam menjalankan dan menegakkan kebenaran Injil.

Minggu, 18 September 2016

Melawan penindasan dan kecurangan

Amos 8:4-7
************
Amos 8:4-7 (TB)  Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka
*********************************************************************
Ketika menonton berita televisi diberitakan ada seorang panitera pengadilan di Jakarta tertangkap tangan oleh KPK, yang menerima suap dari keluarga terdakwa yang juga seorang publik figur. Disebutkan bahwa suap tersebut adalah untuk meringankan hukuman bagi terdakwa. Oh, betapa sebuah keadilan dan hukum telah diperjual belikan.  Bisa saja terjadi yang benar menjadi salah atau sebaliknya.

Rabu, 07 September 2016

Mengikut Yesus dan menjadi murid sejati

Nas : Lukas14:25-33
Mengikut Yesus dan menjadi murid sejati
_________________________________________

Saya membaca sebuah iklan lowongan kerja di sebuah media cetak lokal. Perusahan X membutuhkan tenaga untuk posisi sebagai GM. Lalu saya melihat kualifikasi yang harus dipenuhi oleh setiap calon pelamar. Saya berfikir, jika kualifikasi itu bisa terpenuhi, maka calon pelamar harus melewati tahapan proses seleksi dan ujian dan harus lulus, setelah itu baru diterima bekerja.

Kamis, 01 September 2016

Kerendahan Hati

----Kerendahan Hati---
Amsal 25:6-7 (TB)  Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar. Karena lebih baik orang berkata kepadamu: "Naiklah ke mari," dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia. Apa matamu lihat, 
--------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya teringat kepada sebuah dongeng ketika masa kecil dulu. Bawang Putih dan Bawang Merah. 2 orang saudara dengan 2 karakter yang berbeda dan berlawanan. Bawang merah memiliki sifat yang sombong dan tinggi hati,sedangkan bawang putih selalu menunjukkan sikap yang rendah hati . Pada akhir cerita bawang putih mendapat kebahagiaan sedangkan bawang merah memperoleh kesusahan.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Bersukacita Oleh Karena Kasih dan Perbuatan Tuhan

TANGGAL         :21 Agustus 2016
NAS                :Lukas 13:10-17
THEMA           : Bersukacita Oleh Karena Kasih dan Perbuatan Tuhan 

Pendahuluan
Nas ini, sangat berhubungan erat dengan nas ibadah minggu kita (Yesaya 58:9-14). Jika pada ibadah minggu kemarin, kita diingatkan untuk beribadah dengan tulus hati, mengasihi Tuhan dan serta perwujudan ibadah kita yang juga harus mengasihi sesama, sebagai buah dari keimanan dan keyakinan kita didalam kehidupan kita, maka pada malam ini kita juga diingatkan oleh Tuhan Yesus melalui tanda Ajaib yang diperbuatNya yaitu kesembuhan kepada Perempuan yang telah 18 tahun mederita sakit oleh karena ikatan roh, ketika Ia mengajar disebuah rumah ibadat . Bahkan Tuhan Yesus, sangat keras mengkritik sikap para Pemimpin Umat (Kepala Rumah Ibadah ).

Sabtu, 20 Agustus 2016

Gabe Songon Mata Mual Na So Ra Marsik

TANGGAL      :21 Agustus 2016
NAS              :Yesaya 58:9-14
THEMA   :Gabe Songon Mata Mual Na So Ra Marsik

Patujolo
71 taon dung malua bangso ta, tung godang do angka hamajuan na pinatupa angka panggomi manang pamarenta. Alai tong do sai tardapot hahurangan dohot ragam ni permasalahan na niadopan Bangso ta. Ganup ari do ta ida di Televisi manang ta jaha di Media cetak angka barita na mambahen sumurut roha, isara na barita hajahaton, na mambunu hosa ni jolma,KKN, dohot angka lan na asing. Saluhut angka pemimpin / panggomgomi Negara ta, dihirim do asa lam tu denggan na angka parngoluan ni bangso i, marhite angka program pembangunan, alai tong do sai jumpang masyarakat na so taruli di pembangunan i. Lam tarida do “Jurang Pemisah” antara paradongan dohot na dangol / pogos. Jotjot do masyarakat golongan ekonomi lemah gabe obyek dibahen angka panggomi manang pemimpin.
Gombaran si songoni, tong do di adopi Bangso Israel dung mulak nasida sian Habuangan di Babel, Mulak tu Jerusalem. Marusaha do Bangso i padengganhon parngoluan nasida siapari dohot parngoluan ni partondian nasida marhite parsombaon manang ibadah nasida. Di ula nasida do angka patik ni Jahowa, di Ulaohon do parpuasaon, di parsiajari nasido do angka Patik dohot Uhum ni Debata, alai tong do diula na so hinalomohon ni roha ni Debata. Na paradonagan dohot penguasa mambahen jolma na dangol / na pogos holan gabe objek, asalma maruntun

Engkau Akan Menjadi Seperti Mata Air Yang Tidak Pernah Mengecewakan (Bahasa Indonesia)

TANGGAL      :21 Agustus 2016
NAS              :Yesaya 58:9-14
THEMA   :Engkau Akan Menjadi Seperti Mata Air Yang Tidak Penah Mengecewakan

PENDAHULUAN
71 Tahun sudah Negara kita merdeka. Ada banyak kemajuan yang telah dicapai bangsa ini, namun tetap saja masih terdapat ketimpangan dan permasalahan didalam bangsa kita. Hampir setiap hari kita mendengar atau melihat berita di Televisi, tindak kejahatan, baik dilakukan secara peroroangan atau kelompok, politik yang saling menjatuhkan dan lain-lain. Semua yang pernah memimpin Negara ini bercitacita untuk memajukan dan memakmurkan masyarakat Indonesia. Tetapi kesenjangan atau jurang antara kaum berada dengan kaum miskin masih saja ada.
Hal ini juga telah terjadi, ketika Bangsa Israel Keluar dari pembuangan di Babel dan Kembali ke Jerusalem. Bangsa Isarael membangun kembali kehidupan mereka dan secara berangsur-angsur membaik demikian juga dengan kehidupan beragama dan ibadah mereka. Tetapi permasalahan kemudian muncul, ketika kemakmuran dan kesejahteraan hanya dinikmati oleh sebagian kelompok atau kaum saja yakni golongan orang kaya, pemerintahan dan tuan tanah), sementara kaum miskin semakin terjepit dan sengsara. Kaum miskin, dan orang orang terpinggirkan lalu menjadi obyek dan ekspoitasi dari penguasa.