Kamis, 07 Januari 2016

Eme na masak di gagat ursa, ia i na masa ima di ula (?)

""Eme na masak digagat ursa, ia i na masa ima ni diula", pepatah/umpasa ini sudah lazim kita dengar (dilingkungan orang batak). Secara umum pepatah ini bermakna   mengerjakan sesuatu disesuaikan dengan keadaan (Ingkon mamereng namasa do pangulahononthon).

 Sungguh sebuah falsafah yang memiliki arti sangat dalam, mengapa?, Karena pada dasarnya inti pepatah ini mengajarkan  kita untuk lebih dinamis, bukan statis. Pada kenyataannya  sering kita menemukan atau menjumpai  penerapan  sering disalah artikan. Pandangan sebagian lebih cenderung "membiasakan dan memaksakan" sebuah kebiasaan, padahal kebiasaan itu belum tentu baik atau cocok untuk saat ini. Dalam arti sempit, tidak mau berubah. Padahal, makna ia i na masa ima ni diula, menunjukkan sifat yang dinamis dan menyesuaikan dengan keadaan / situasi yang berlaku pada di setiap tempat dan di semua waktu. 

Semoga memberi pencerahan...

------
Salam,
Edi Marpaung

Rabu, 06 Januari 2016

Selasa, 05 Januari 2016

Pohon kehidupan

===Pohon Kehidupan Ku===

Tanamkanlah pohon kehidupan mu di tanah yang subur penuh kebenaran, berikanlah akarnya dengan kebaikan, dan rawatlah ia dengan keimanan, pupuklah ia dengan kasih, maka pohon mu akan menghasilkan ranting dan daun yang penuh pengharapan yang memberi kesejukan dan menghasilkan buah sukacita dan damai sejahtera, bagi orang yang bernaung dibawah rindangnya pohon kehidupanmu.

Mendendam Versus Mengampuni

Nats:Matius 18:21-22
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
==================================================================

Seorang guru berdiri di depan kelas, pelajaran hari itu adalah mengenai budi pekerti. Sang guru lalu mengambil tumpukan kertas yang telah dibawanya dan segera membagikannya kepada anak-anak muridnya. masing-masing murid mendapatkan 2 lembar kertas. 

Setelah semua murid mendapat kertasnya masing-masing, sang guru lalu berkata kepada anak muridnya,"Anak-anak, masing-masing kamu sekarang memiliki 2 lembar kertas kosong, Ibu mau setiap anak-anak ibu menuliskan nama orang yang paling dibenci dimasing-masing kertas". Tanpa pikir panjang semua murid segera menuliskannya. "Sudah selesai Bu", kata murid-muridnya. Lalu sang guru memberi arahan,"Anak-anak, tuliskankanlah semua kesalahan orang itu dikertas yang satunya, lalu dikertas yang lainnya tuliskan juga semua kebaikan orang yang kamu benci tadi". Dengan penuh semangat anak-anak menuliskan apa yang tidak baik dan apa yang baik dari orang yang dibencinya. "Sudah selesai bu", kata anak muridnya.


"Baiklah, sekarang tolong dilipat kedua kertasnya, dan simpan didalam sakumu, kertas yang berisi kesalahan simpanlah disaku kiri dan yang berisi kebaikan disaku kanan", kata sang guru. Murid pun melaksanakannya. Lalu ibu guru melanjutkan pelajaran. Kira-kira 15 menit  kemudian, sang guru berkata,"Anak-anak, tolong  ambil kertas yang disimpan tadi". Semua anak mengambil kertasnya masing-masing. "Sekarang, tolong baca kembali kertas yang berisi kesalahan orang yang kamu benci didalam hati", kata Sang Guru. Semua anak mengambil kertasnya masing-masing dan mulai membacanya. Sang guru melihat semua murid mulai terdiam dan menunduk. Lalu sang guru berkata,"sekarang tolong ambil kertas yang berisi kebaikan orang yang kamu benci". 

Semua anak mengambil kertasnya dan Sang Guru melihat, anak-anaknya mulai tersenyum sendiri,bahkan ada yang tertawa. Setelah itu sang guru bertanya,"Anak-anak, mana yang lebih menyenangkan ketika dibaca apakah bagian yang beirisi kesalahan atau kebaikan?". Dengan serentak mereka menjawab,"bagian yang baik bu guru". "Sekarang robeklah bagian yang tidak baik dan buanglah kedalam tong sampah, dimana kamu tidak dapat menemukannya lagi, tetapi simpanlah kertas kebaikan dan tempelkanlah didinding kamarmu, agar kamu bisa membacanya setiap kamu memasuki kamarmu", kata Sang Guru.

Lalu Sang Guru berkata" Carilah kebaikan dari diri orang yang kamu benci, maka kamu akan melupakan semua kesalahannya kepadamu".
===============================================================

Memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita adalah hal yang tersulit dilakukan oleh manusia. Bagaimana mungkin aku mengampuninya atau memaafkannya, ia telah menyakiti hatiku dengan sangat dalam?. 

Tetapi kita mau diingatkan menyimpan kesalahan orang hanya menimbulkan dendam dan amarah dihati kita. Membuat dada ini terasa sesak, emosi yang tiada berakhir. Mungkin diantara sepuluh bahkan ratusan kesalahan orang kepada kita, ada sebuah kebaikan yang telah diperbuatnya kepada kita. Maka untuk membuang dendam kita pada orang lain, ingatlah perbuatan baiknya kepada kita. Buanglah semua ingatan negatif dari orang yang telah menyakiti kita ke tempat yang tidak bisa untuk ditemukan dan diingat, dan ingatlah semua kebaikan orang dan pahat dan tuliskan didalam hatimu. Mengampuni tiada batas itulah tujuan kita.

"Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Ef 4:26)", "sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yak 1:20), " dan berdoalah " ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami (Mat 6:12)  dan Karena itu ;  hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Ef 4:32)

Amin. Tuhan Memberkati.
Edi Marpaung






Mujizat itu Nyata ( bag. Kedua)

Kondisi ku semakin tidak baik. Aku bahkan tidak bisa mengangkat kedua kaki ku, hanya tangan saja yang dapat digerakkan dan aku pun sesak   dan susah bernafas. Lalu dokter menyarankan MRI. Akupun menyetujuinya.
Setelah MRI selesai, dokter memberitahu bahwa syaraf dibagian pinggul/ lumbar ku terjepit oleh karena pecahnya cakram bantalan antara tulang (HNP).  Aku browsing di internet. Semakin ku baca semakin membuat takut. Ada yang bilang harus dioperasi, ada yang bilang lumpuh. Ah..semakin membuatku tertekan.
Lalu dokter Chris,dokter spesialis syaraf memberi obat melalui suntikan yang jumlahnya  banyak, dokter   Chris selalu memberi motivasi kepadaku. Ia bahkan mempersilahkan ramuan tradisional berupa parem jahe merah dibalurkan ketubuhku yang dibuat oleh ibu mertuaku.
Didalam kondisiku yang kurang baik,seraya berdoa dan memohon kepada Tuhan,aku berkata" Tuhan, aku memohon kemurahanMu, untuk memperbaiki keadaanku, jika ini adalah jalan agar aku melayani, aku siap  ya Tuhan, namun jika aku harus lumpuh, berilah kekuatan dan kesabaran kepada istriku dalam merawatku".

Mujizat Itu Nyata (bag. pertama)

Kisah ini merupakan kisah nyata yang dialami oleh diriku sendiri ditahun 2010.  Kejadian ini bermula ketika Dokter mendiagnosa adanya cedera di pinggang ku, tepatnya diruas ke lima.  Awalnya aku hanya ingin memeriksakan diri ke dokter karena hari itu aku tidak bisa (maaf) buang air kecil.  Diagnosa awal dokter adalah gangguan ginjal. Aku ketakutan, yang terbayang dipikiranku ialah gagal ginjal...harus cuci darah... oh..inikah akhirnya...

Lalu dokter menyarankan agar aku dirawat guna keperluan observasi, akupun menyetujuinya. Segera ku beritahu istriku agar ia segera datang membawa semua keperluan dan kebutuhan selama di rumah sakit. Istriku sangat terkejut ketika mendengarnya. Sebab aku tidak memberitahukan akan kerumah sakit.

Pantai Puak Marina Indah Dumai: Permata yang menunggu diasah

Kota Dumai sebagai salah satu kota berkembang pesat di wilayah Riau, terletak di wilayah pesisir Pulau Sumatera yang merupakan salah satu pintu gerbang di Selat Malaka, memiliki potensi yang sangat besar termasuk wisata bahari. Ditengah hiruk pikuk pembangunan infrastruktur dan industri, masyarakat juga memerlukan tempat wisata untuk melepas lelah atau atau sekedar tamasya. Salah satunya adalah Pantai Puak Marina Indah  Dumai yang terletak di Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, yang dapat ditempuh dengan waktu 15 menit dari pusat kota.

Sabtu, 02 Januari 2016

Hari Pertama di 2016 ( Pesan Tahun Baru)

Hujan deras mengawali hari pertama ditahun 2016. Mudah- mudahan itu adalah hujan berkat yang tercurah yang mampu memberi kesejukan bagi bangsa ini.
Suasana kebaktian  hari pertama di Gereja HKBP Bukit Batrem, sepi. Dari jumlah jiwa jemaat yang terdaftar kurang lebih 1200 jiwa, yg hadir mengikuti misa hanya ada 50 orang, itupun kalau tidak salah hitung. Semoga ini tidak merupakan pertanda semakin dinginnya persekutuan dan kasih.  Kebetulan yang menyampaikan kotbah pesan Tahun Baru adalah Pdt.Jetty L Samosir, S.Th, adik iparku.